Kamis, 29 November 2012

Jaga Kesehatan dengan Menjilat Garam Dapur Sebelum dan Sesudah Makan





Jilatlah garam (dapur) sebelum dan sesudah makan!”. Demikian anjuran Imam Ali bin Abi Thalib as, seorang sahabat tercinta Rasulullah Muhammad saw. “Andai orang-orang tahu manfaat garam, niscaya mereka akan lebih memilihnya ketimbang penawar racun. Sesiapa menjilat garam sebelum makan, maka Allah akan melindunginya dari tujuh puluh jenis penyakit yang hanya diketahui Allah”. Lanjut Imam Ali as, menjelaskan tentang manfaat garam bagi kesehatan manusia sebagai penawar racun (anti toksin) sekaligus sebagai obat dewa (meminjam istilah pengobatan Cina untuk menyebutkan obat yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia.
Atsar (ucapan) Imam Ali as tersebut saya temukan diantara tumpukan hadits dan atsar yang bertebaran di buku “Mutiara Tersembunyi Warisan Nabi” yang merupakan terjemahan dari buku ‘al-atsar al-Wadh’iyyah fi al-Kitab wa al-Sunnah’ karya Syekh Abdurrasul Al ‘Unuz.
Atsar tersebut menjelaskan dua hal. Pertama menjelaskan manfaat garam dapur bagi kesehatan manusia, sebagai penawar racun dan obat bagi 70 (banyak) penyakit. Dan kedua tip bagaimana cara mengkonsumsi garam dapur agar bermanfaat bagi kesehatan manusia, yaitu dengan menjilatnya secara rutin sebelum dan sesudah makan.
.
Garam Dunia’

Garam yang kini kurang berharga secara ekonomi, ternyata di zaman dahulu pernah menjadi komoditi yang sangat berharga melebihi logam mulia dan memiliki nilai yang strategis dan berperan penting dalam perkembangan peradaban ummat manusia.
Berikut beberapa catatan sejarah yang menunjukkan arti penting dan strategis garam sebagai komoditi ekonomi di masa lalu. Bangsa Assyria pernah menggunaka garam untuk kepentingan operasi militer yang dikenal dengan nama ‘salting the earth’ (menggarami dunia). Yaitu suatu ritual menaburkan garam saat menaklukkan kota-kota yang dikuasai musuh sebagai simbol kutukan atas dikuasainya kembali kota-kota tersebut. Tentara Romawi pernah digaji dengan garam. Mereka menyebut tentara yang melakukan tugasnya dengan baik sebagai ‘garam mereka yang berharga’. Kata Inggris ’salary’ berasal dari kata Latin sal?rium, kemungkinan berkaitan dengan uang yang diberikan kepada tentara untuk membeli garam.
Bahkan Kekaisaran dan Republik Romawi pernah menerapkan kebijakan mengontrol harga garam sebagai alat politik untuk menjaga stabilitas ekonomi, politik dan keamanan negara. Pada masa awal Republik Romawi, sejalan dengan pertumbuhan kota Roma, sarana dan prasarana transportasi dibangun untuk melancarkan distribusi garam dari tambang-tambang garam yang terletak di daerah terpencil ke kota-kota besar. Via Salaria, contohnya, asalnya adalah jalan kecil Sabine yang kemudian diperbesar untuk menghubungkan kota Roma dengan Laut Adriatic, pusat tambang garam dengan kadar salinitas yang tinggi.
Sepanjang Abad Pertengahan, garam merupakan komoditi yang berharga yang diangkut sepanjang jalan-jalan garam (salt roads) ke pusat negeri suku-suku bangsa berbahasa Jerman. Kafilah yang berarmadakan empat puluh ribu ekor onta mengangkut garam melintasi jarak 400 miles dari Gurun Sahara menuju pasar-pasar di daerah pedalaman di Sahel (sekarang termasuk wilayah Tunisia, Eritria), terkadang mereka mempertukarkan garam dengan seorang budak. Timbuktu (Mali, Afrika Barat) adalah pasar garam dan budak yang terbesar pada masa itu.
Garam juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi bangsa Yahudi, Yunani, Cina dan bangsa-bangsa lain di masa lalu. Sekitar tahun 2700 BC bangsa Cina telah mempublikasikan penjelasan yang detail dan sistematis tentang perbedaan jenis-jenis garam dan metode penyulingannya.
Catatan-catatan sejarah juga menunjukkan manfaat garam yang sangat besar bagi kesehatan manusia. Hippocrates menganjurkan para dokter di zamannya untuk menggunakan air garam sebagai obat beragam jenis penyakit ringan dengan cara membenamkan pasien-pasiennya ke dalam air laut. Sebuah tradisi pengobatan yang kemudian dilestarikan oleh Bangsa Yunani Kuno.
Beberapa manfaat garam bagi kesehatan tubuh adalah:
· Tekanan Darah. Mengatur volume dan tekanan darah termasuk kelenturan pembuluh darah. Konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
· Sistem Saraf. Mempengaruhi Sistem Saraf. Sodium dan chloride ions berperan penting dalam menyalakan neuron-neuron dalam system saraf. Perubahan dalam konsentrasi sodium dan chloride ions menimbulkan sebuah gerak potential untuk menyalakan, memungkinkan neuron mengirim signal ke sel-sel lain yang berhubungan dengannya. Hasil pengiriman signal yang tepat ke seluruh tubuh diperlukan untuk mendapatkan seluruh reaksi fisiologis termasuk gerakan mekanis otot-otot. Perubahan konsumsi garam berdampak minimal pada system saraf. Hanya pada tingkat defisiensi sodium yang ekstrim akan memberikan reaksi peringatan pada system saraf.
· Metabolisme (Sistem Pencernaan). Hampir semua garam yang terkandung dalam makanan atau minuman dengan cepat diserap dari Usus Kecil dan dengan cepat pula sampai ke system peredaran darah dan ruang jaringan antar sel (the extracellular space of tissues). Selama pertumbuhan yang cepat, sejumlah besar sodium diserap system kerangka dan jaringan-jaringan lain. Setelah dewasa, pada orang yang sehat, seluruh garam yang diperoleh, tanpa menghiraukan kuantitas, dikompensasi dengan pengeluaran harian dari kuantitas yang sama melalui saluran-saluran pengeluaran normal tubuh kita. Sebenarnya, Ginjal kita mampu menyaring sejumlah sodium yang luar biasa besarnya dalam sehari (sehari sama dengan 6 pound garam).
· Peran Hormon dalam Pengaturan Sodium. Hormon Steroid disekresikan oleh adrenal cortex yang mengatur keseimbangan air dan electrolytes dalam tubuh. Aldosterone yang bekerja pada distal tubule dan menghimpun saluran-saluran Ginjal, berfungsi meningkatkan daya serap (permeability) dari selaput-selaput bagian dalam terhadap sodium dan potassium dan bertangggung jawab atas penyerapan kembali sodium (Na+) ions dan air dari urine kembali lagi ke darah, sambil mengeluarkan potassium (K+) ions ke dalam urine. Aldosterone bertanggung jawab atas penyerapan kembali secara sebenarnya seluruh sodium yang terkandung dalam darah manusia di bawah fungsi filtrasi ginjal yang normal. Aldosterone juga berfungsi sebagai receptors khusus di otak untuk memelihara air dan garam dengan mengontrol renal tubular resorption.
Para Ahli menduga bahwa tingkat asupan garam berhubungan dengan kesehatan organ yang lain di samping kesehatan cardiovascular. Beberapa yang telah dibuktikan adalah: hyponatremia, diabetes. kanker, asma, osteoporosis dan obesitas.

Penutup
Saya harap tulisan ini bisa meyakinkan pembaca untuk tidak ragu lagi menjilat garam dapur setiap kali hendak dan sesudah makan sebagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh yang murah meriah. Dan ssst....…ini rahasia, untuk penggemar gule atau semur jengkol, ternyata menjilat garam dapur sebelum dan sesudah makan bisa mengurangi bau menyengat yang biasa menyertai air kemih kita sehabis mengkonsumsi makanan favorit tersebut. Mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk selalu menyediakan semangkuk kecil garam dapur bersamaan dengan hidangan makanan lainnya di meja makan anda.