Selasa, 26 Juni 2012

HADIST RASULULLAH KEUTAMAAN SEDEKAH





Awal 2011 Dulu pernah nggak ada duit pas 3 hari menjelang gajian, hari itu anak pertama ku wildan wahrezy umur 17 bln susunya  tinggal 1/4 kaleng kecil. Tak ada tabungan uang tersisa di ATM hanya selembar uang 50 ribu rupiah ditangan yang rencananya mau membeli susu abis m
aghrib nanti.

Ba'da maghrib selepas berjamaah di masjid allmukhlisin grogol, saat hendak berangkat membeli susu sekotak kecil tiba2 seseorang mengetuk pintu rumah kami. Dialah takmir pengurus Masjid didaerah kami.
"Assalamu'alaikum, Kedatangannya untuk meminta sedekah seikhlasnya.

"Wah gimana nih, duit tinggal selembar, ini kan untuk susu anakku" gumamku dlm hati. Tanya istri tentang ada nggak uang lain pun, tak ada lagi dan hanya tinggal selembar 50 ribu ini.

"Ya udah  (istri), kita serahin aja ya uang ini, besok kita coba cari pinjeman dahulu. Agar susu nya cukup, encerin aja dulu ya". Istriku pun merelakan uang selembar ini kami serahin ke pengurus masjid untuk sedekah. Bismillah, dalam hatiku meski dibarengi sedikit kesedihan tentang nasib susu putraku.

Esok harinya, sehabis kami sarapan ala kadarnya, ada telepon dari Mertua ku dan sebuah kabar menggembirakan kami terima bahwa saudara akan datang dari lampung tuk memberi kami uang 500 ribu rupiah. Waaah... alhamdulillah. Hingga malem
harinya.. kita belanja sekotak susu besar. Alhamdulillah, 50 ribu sedekah dibales langsung 10x lipatoleh Allah SWT.


Dari beberapa sumber saya coba mengumpulkan hadist2 tentang keutamaan sedekah ya:
1 . Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

2 . Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath- Thahawi)

3 . Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

4 . Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “ Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku me
mberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

5 . Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)

6 . Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)
7 . Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

8 . Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan ( sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)

9 . Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) /menjemput rezeki

10 . Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit ( dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) / penolak bala/menyembuhkan penyakit
11 . Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)

12 . Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)

13 . Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “ Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “ Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya? ” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR
. Bukhari dan Muslim)

14 . Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)

15 . Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

16 . Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham . Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, d
an seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)

17 . Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

18 . Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180 : “Dan janganlah orang-orang yang bakhil denga
n harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)

19 . Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)

20. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya me
mperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “ Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)21. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar